MISTERI PENDAKIAN GUNUNG LAWU

Selamat bertemu lagi kawan, kali saya akan sedikit share tentang cerita saya dan teman-teman saat melakukan pendakian ke gunung lawu. Tentunya bagi teman'' pendaki sudah tidak asing lagi tentang cerita mistis tentang gunung lawu. ya, saya dan rombongan pun mengalami kisah mistis nyata di gunung lawu. Waktu itu sekitar bulan mei 2017, saya dan rombongan dari jakarta berjumlah 9 orang, dan teman dari solo 3orang, jadi total pendakian 12 orang. Kami memutuskan untuk melalui jalur pendakian candi cetho. Sampai di basecamp candi cetho sekitar jam 7an pagi, kami pun melakukan persiapan terakhir untuk memulai pendakian. Namun saat melalukan persiapan, tanpa kami duga hujan turun yg lumayan agak  deras. Saya dan rombongan sarapan di warung milik warga sembari menunggu hujan reda. Sedikit info warga di sini ramah" banget dan harga makanan pun bisa saya bilang murah di abnding dari semua warung yg ada di basecamp gunung lain. Dan sekitar jm 2 siang hujan reda, kami pun memutuskan untuk memulai pendakian. Awal pendakian pun biasa saja, sampai di pos 3 sekitar pukul 8 kami memutuskan untuk ngecamp di pos 3. Nah cerita pun di mulai saat kita sedang masak untuk makan malam, di sini tiba" ada teman yg cletus nanya.
Pada nyium bau jengkol gak ?
Saya lansung nyeletus apaan sih, dan temen saya lansung mengalihkan pembicaraan. Setelah makan malam selesai kami semua tidur, dan kebetulan saya setenda dengan temen yg bilang bau jengkol. Pas tidur kurang tahu kira" jam berapa tenda kami goyang" ( bukan karna angin atau hujan), ototamis saya yg kebangun lansung megangi tenda dan sialnya temen gue yg sadar akan tenda goyang hanya pura" tidur dan diem aja. Dan pagi pun tiba, kami menuju puncak dan warung makan mbok yem ( warga pendaki pasti sudah tidak asing dengan nama warung ini dengan hidangan spesial nasi pecel dan telur dadarnya ). Singkat cerita kami ke puncak dan foto" di atas tanpa ada kejanggalan atau keanehan yg kami rasakan. Kami pun turun ke tempat camp dan beres" tenda. Saat semua sudah siap dan beres, kami memulai perjalan turun, ketika itu hari sudah mulai gelap, perjalan terasa berat karena memang saat itu sedang hujan yg lumayan sehingga treck pun basah dan licin. Saya bertugas sebagai paling depan, dan anehnya perjalanan kami terasa sangat lama sekali dan saya pribadi sudah merasa hampir putus asa karena saking lamanya perjalanan. Saat perjalanan turun teman saya yg paling belakang teriak minta ganti untuk di depan atau di tengah, di situ semua rombongan sudah pucat karena memang semua hampir mengalami gangguan. Pas di istirahat kami menglami keanehan yg menurut saya agak lucu, rombongan kami nemu uang kertas 5ribuan dan anehnya uang itu bersih dan tidak kotor sama sekali. sangat tindak mungkin karena saat itu hujan deras. Kami pun mulai jalan lagi, dan rombongan mulai terpisah karena ada yg ngedrop, saya dan teman 1 mendampingi dan jkamipun terpisah agak jauh. Di situ saya pribadi mulai mendengar suara aneh, dan sepertinya teman saya juga mendengar, karena beberapa kali bertanya itu suara air bukan. Saya selalu menjawab iya suara air. Dan setelah beberapa kali bertanya, teman saya minta berjalan di samping saya, tidak mau di depan atau di belakang saya. Saat sampi pos dan istirahat di warung milik warga kami pun mulai bercerita tentang kejadian yg di alami masing", teman saya ada yg melihat pocong, nenek tua dan kakek tua dengan posisi bertapa. Dan sama" heran mengapa perjalanan begitu lama, dan sudah hampir mengeluh semua namun di tahan karena masih di treck pendakian.

Mohon maaf karena saya kurang begitu pandai menulis dan merangaki kata. Dan kejadian di atas semua nyata tanpa rekayasa.

Comments